Deskripsi Arsitektur dan Fungsi Bangunan Rhangkeng dalam Kehidupan Masyarakat Pulau Belimbing
DOI:
https://doi.org/10.55909/gj.v1i1.4Keywords:
deskripsi, arsitekktur, fungsi, bangunan rhangkengAbstract
Dalam catatan sejarah Riau memiliki sejarah kebudayaan dan adat istiadat kebudayaan Melayu, salah satu kebudayaan yang ada di wilayah Kabupaten Kampar menjadi wilayah Rantau (Hilir) dari wilayah Luhak Limapuluh Koto yang merupakan wilayah Darek (Hulu). Kedua wilayah ini dihubungkan oleh Sungai Kampar. Lebih dari itu, kedua wilayah ini berbagi sejarah di masa klasik, terutama sejarah Kerajaan Melayu Tua, Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Dharmasraya, dan Kerajaan Malayupura, hingga masa Kesultanan Pagaruyung. Komunitas masyarakat tertentu di Kampar memiliki tempat penyimpanan padi (rhangkeng) yang berada di depam rumah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan arsitektur dan fungsi rhangkeng dalam kehidupan masyarakat pada massa itu. Rhangkeng juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan beras bagi tuan rumah dan sebagian untuk masyarakat yang membantu pada saat panen. Penelitian berlangsung pada bulan Oktober 2022 di Dusun Pulau Belimbing, Desa Kuok, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan narasumber yakni seorang tokoh masyarakat di kawasan penelitian, Dusun Puau Belimbing. Instrumen penelitian berbentuk nontes yakni pedoman observasi dan pedoman wawancara yang memenuhi syarat validitas isi. Instrumen ini berguna untuk mengumpulkan dan menganalisis arsitektur dan fungsi data rhangkeng. Bangunan rhangkeng berbentuk panggung-empat persegi panjang, berpintu satu, tanpa tingkap, dinding bagian bawah lebih lebar dibandingkan dengan dinding bagian atas karena rangka bangunannya mengerucut ke atas, sayap layang menutup wilayah vertikal dinding bagian bawah. Kap bangunan rhangkeng melentik anrara dua tiang tunjuk langit sisi terluar; sayap layang bangunan berbentuk limas.