Rekonstruksi Nilai Kepemimpinan dalam Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy: Pendekatan Deskriptif Kualitatif
DOI:
https://doi.org/10.55909/gj.v4i2.141Keywords:
nilai kepemimpinan, tunjuk ajar Melayu, pendekatan deskriptif kualitatifAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) merekonstruksi nilai-nilai kepemimpinan bermartabat yang terkandung dalam Tunjuk Ajar Melayu karya Tenas Effendy; 2) organisasi nilai-nilai kepemimpinan bermartabat yang terkandung dalam Tunjuk Ajar Melayu. Pendekatan deskriptif kualitatif diterapkan dengan analisis isi sebagai metode utama. Sumber data utama adalah Tunjuk Ajar Melayu karya Tenas Effendy. Instrumen nontes digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan nilai-nilai kepemimpian bertabat yang terkandung dalam Tunjuk Ajar Melayu. Analisis data nilai-nilai kepemimpinan bermartabat yang terkandung dalam Tunjuk Ajar Melayu menggunakan model kualitatif interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Keabsahan data nilai-nilai kepemimpinan bermartabat yang terkandung dalam Tunjuk Ajar Melayu menggunakan triangulasi sumber dan telaah sejawat akademik. Hasil penelitian: 1) Penelitian ini mengidentifikasi delapan nilai kepemimpinan bermartabat dalam Tunjuk Ajar Melayu: amanah, bijaksana, adil, berani karena benar, musyawarah, rendah hati, bertanggung jawab, dan berwibawa; 2) nilai-nilai kepemimpinan bermartabat dalam Tunjuk Ajar Melayu diorganisasikan ke dalam tiga dimensi—intrinsik, relasional, dan transendental—serta direkonstruksi melalui model pedagogik tiga tahap yang mencakup identifikasi, interpretasi, dan kontekstualisasi.
References
Abubakar, R. (2021). Pengantar Metode Penelitian. Yogyakarta: Suka-Press UIN Sunan Kalijaga.
Adams, J., Khan, H. T. A., Raeside, R., & White, D. (2007). Research Methods for Graduate Business and Social Science Students. Vivek Mehra for Response Book. http://library1.nida.ac.th/termpaper6/sd/2554/19755.pdf
Alber, R., & Hermaliza, E. (2019). Nilai-nilai karakter dalam Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy dan Relevansinya dengan Pendidikan Karakter di Sekolah. Jurnal Bahasa dan Sastra, 6(1), 45–58.
Alwasilah, A. C., Soemantri, G. R., & Hakam, K. A. (2014). Etnopedagogi: Landasan Praktik Pendidikan dan Pendidikan Guru. Bandung: Kiblat Buku Utama.
Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (Eds.). (2001). A Taxonomy for Learning, Teaching, and assessing: A revision of Bloom’s Taxonomy of Educational objectives. Longman.
Bass, B. M., & Avolio, B. J. (1994). Improving Organizational Effectiveness Through Transformational Leadership. Sage Publications. https://www.scribd.com/document/849774439/Bass-Avolio-Improving-Organizational-Effectiveness-Through-Transformational-Leadership
Bernadus, M. E., Karnati, N., & Aulia, R. N. (2026). Rekonstruksi Model Kepemimpinan Transformasional Berbasis Nilai Budaya Kula Babong dalam Penguatan Kinerja Dosen. Jurnal Inovasi dan Manajemen Pendidikan, 6(1), 1–15. https://doi.org/10.12928/jimp.v6i1.15843
Bogdan, R. C., & Biklen, S. K. (1992). Qualitative Research for Education: An Introduction to Theory and Methods (2nd ed.). Boston: Allyn & Bacon.
Burns, J. M. (2010). Leadership. New York: Harper & Row.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative,Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2018). The Sage Handbook of Qualitative Research (5th ed.). SAGE Publications.
Effendy, T. (2004). Tunjuk Ajar Melayu: Butir-Butir Budaya Melayu Riau. Tenas Effendy Foundation.
Effendy, T. (2013). Tunjuk Ajar Melayu (Edisi Revisi). Tenas Effendy Foundation.
Hamid, I. (2014). Nilai-Nilai Kepemimpinan dalam Tradisi Melayu. Pekanbaru: Unri Press.
Hanafiah, M. (2013). Musyawarah dalam Kepemimpinan Adat Melayu: Tinjauan Budaya dan Relevansinya. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 15(2), 231–248.
Hidayat, R., & Machali, I. (2012). Pengelolaan Pendidikan: Konsep, Prinsip, dan Aplikasi dalam Mengelola Ssekolah dan Madrasah. Kaukaba.
Huxham, C., & Vangen, S. (2005). Managing to Collaborate: The theory and Practice of Collaborative Advantage. London: Routledge.
Isjoni, I. (2007). Orang Melayu di Zaman yang Berubah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kemdikbudristek. (2022). Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
Krippendorff, K. (2018). Content Analysis: An Introduction to Its Methodology (4th ed.). SAGE Publications.
Kurniawan, H. (2019). Pembelajaran Sastra di Sekolah: Mengintegrasikan Nilai Budaya Lokal dalam Apresiasi Sastra. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 19(1), 1–12.
Kusdi, K. (2011). Budaya Organisasi: Teori, Penelitian, dan Praktik. Salemba Empat.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic Inquiry. SAGE Publications.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.
Northouse, P. G. (2019). Leadership: Theory and practice (8th ed.). SAGE Publications.
Nurgiyantoro, B. (2018). Teori pengkajian fiksi (Edisi revisi). Gadjah Mada University Press.
Owens, B. P., & Hekman, D. R. (2012). Modeling How to Grow: An Inductive Examination of Humble Leader Behaviors, Contingencies, and Outcomes. Academy of Management Journal, 55(4), 787–818. https://doi.org/10.5465/amj.2010.0441
Rawls, J. (2009). A Theory of Justice (Rev. ed.). Harvard: Harvard University Press.
Razak, A. (2017). Menggapai Mixed Methods Bidang Pembelajaran Bahasa Indonesia. Pekanbaru: Ababil Press.
Santosa, R. (2020). Kearifan Lokal sebagai Sumber Belajar Sastra di SMP: Studi Kasus pada Sekolah Berbasis Budaya di Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(2), 115–127.
Schön, D. A. (2016). The Reflective Practitioner: How Professionals Think in Action. London: Routledge.
Spradley, J. P. (1980). Participant Observation. New York: Holt, Rinehart and Winston.
Sugiyono, S. (2019). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Wellek, R., & Warren, A. (2014). Teori Kesusastraan. Penerjemah: M. Budianta, Penerjemah. Jakarta: Gramedia.
Wulandari, D. (2020). Problematika pembelajaran Sastra di SMP: Analisis terhadap Praktik Guru dalam Memilih Pendekatan dan Materi. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 3(4), 405–416. https://doi.org/10.30872/diglosia.v3i4
Yukl, G. (2013). Leadership in Organizations (8th ed.). London: Pearson.
Zaim, M. (2015). Etnopedagogi Berbasis Tunjuk Ajar Melayu dalam Pembelajaran di Sekolah: Potensi dan Tantangan. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 21(1), 56–70.