Orang Patut”: Studi Kritis Karakter Kepemimpinan dalam Naskah Gurindam Dua Belas

Authors

  • Elmustian Prodi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Riau, Riau, Indonesia
  • Hermandra Prodi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Riau, Riau, Indonesia
  • Irwanto Prodi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Riau, Riau, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55909/gj.v4i2.132

Keywords:

orang patut”, studi kritis, karakter kepemimpinan, Gurindam Dua Belas

Abstract

Krisis karakter dalam kepemimpinan kontemporer menuntut adanya penggalian kembali nilai-nilai kearifan lokal sebagai instrumen penguatan integritas. Penelitian yang berjudul “Orang Patut”: Studi Kritis Karakter Kepemimpinan dalam Naskah Gurindam Dua Belas ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis konsep “orang patut” dalam naskah Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji. Kajian ini didasari oleh rangkaian penelitian terdahulu, dimulai dari Hamidy (2001) dan Mulyadi (2018) yang menyinggung relevansi birokrasi secara deskriptif-administratif di Kepulauan Riau, diikuti oleh Hidayat (2018) yang memfokuskan pada aspek religiusitas sebagai landasan perilaku sosial masyarakat Melayu, hingga Elmustian (2025) yang mengonstruksi identitas dan kekuasaan dalam kepemimpinan Melayu tradisional. Meskipun demikian, terdapat celah riset (research gap) mengenai bedah teoretis yang menempatkan terminologi “orang patut” sebagai sebuah model kepemimpinan kritis-etis yang aplikatif. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika, penelitian ini berhasil menjawab tiga rumusan masalah utama sebagai temuan sekaligus novelty: (1) konsep “orang patut” merupakan representasi kepemimpinan performatif yang menyatukan integritas batin (budi) dan kompetensi sosial (bahasa); (2) kriteria etis dan spiritual pemimpin bersumber dari fondasi transendensi yang diderivasi ke dalam manajemen hati dan pengendalian indera; serta (3) relevansi konsep ini sebagai instrumen integritas internal yang mampu menutup kelemahan hukum positif melalui sistem kontrol moral profetik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa “orang patut” adalah model kepemimpinan otentik yang mampu menjawab tantangan dekadensi moral di era modern.

References

Abdullah, A., Samian, A. L., Muhammad, Z., Muhtar, A., Ihwani, S. S., & Hehsan, A. (2017). The Analysis of Constitutional Jurisdiction In Gurindam Dua Belas: Analisis Adab Ketatanegaraan dalam Gurindam Dua Belas. al-Qanatir: International Journal of Islamic Studies, 8(3), 13-23.

Afifuddin, A. & Saebani, B. A. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Pustaka Setia.

Al-Ahmadi, A. R. (2003). Tamadun Melayu: Menyongsong Abad Ke-21. Kuala Lumpur: Persatuan Penulis Nasional Malaysia (PENA).

Al-Attas, S. M. N. (1972). Islam dan Sejarah Kebudayaan Melayu. Kuala Lumpur: Universiti Kebangsaan Malaysia.

Azra, A. (2002). Islam Nusantara: Jaringan Global dan Lokal. Bandung: Mizan.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (n.d.). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Diakses dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/

Budisantoso, S. (1986). Kepemimpinan Tradisional di Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Daud, M. M. (1989). Tokoh-tokoh Sastera Melayu Klasik. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.

Effendy, T. (2005). Pemimpin dalam Ungkapan Melayu. Yogyakarta: Adicipta Karya Nusa.

Effendy, T. (2006). Tunjuk Ajar Melayu. Pekanbaru: Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu.

Elmustian, E., Marni, T., & Zulkarnain, Z. (2003). Alam Melayu: Sejumlah Gagasan Menjemput Keagungan. Pekanbaru: Unri Press dan Dinas Kebudayaan, Kesenian, dan Pariwisata Provinsi Riau.

Fraenkel, J. R., Wallen, E. W., & Hyun, H. H. (2012). How to Design and Evaluate Research in Education. New York: McGraw-Hill.

Haji, R. A. (1847). Gurindam Dua Belas. (Edisi Suntingan). Tanjungpinang: Yayasan Kebudayaan Indera Sakti.

Hamidy, U. U. (2003). Islam dan Kebudayaan Melayu di Riau. Pekanbaru: Universitas Riau Press.

Hamka, H. (1950). Adat Minangkabau Menghadapi Revolusi. Jakarta: Tekad.

Hidayah, S., & Rusdi, R. (2022). Raja Ali Haji (Pengembang Bahasa Melayu dalam Bentuk Sastra) 1847-2004. Jurnal Kronologi, 4(3), 374-380.

Ibrahim, T. S. T. (2015). Kearifan Lokal dalam Pemikiran Raja Ali Haji. Jurnal Kebudayaan, 10(2), 145-160.

Idris, Z. (2015). Komunikasi Moral Lewat Gurindam Dua Belas Raja Ali Haji. Jurnal Komunikasi Malaysian Journal of Communication, ilid, 31(2), 2015.

Kartodirdjo, S. (1990). Kepemimpinan dalam Dimensi Sosial. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Koentjaraningrat, K. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Mahayana, M. S. (2011). Kitab Kritik Sastra. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Miftahuddin, M., & Nofmiyati, N. (2016). Nilai Nilai Pendidikan Moral dalam Gurindam Dua Belas Karya Raja Ali Haji. An-Nida', 40(2), 89-99.

Milner, A. (2016). The Malays (The Peoples of South-East Asia and the Pacific). Oxford: Wiley-Blackwell.

Mulyadi, H. (2018). Tunjuk Ajar Melayu: Warisan Nilai pada Bait-Bait Syair Gurindam Dua Belas Raja Ali Haji. Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 8(2), 256-275.

Nasroen, M. (1957). Dasar Filsafat Adat Minangkabau. Jakarta: Bulan Bintang.

Puteh, A. (2006). Etika Muslim: Etika Moralitas dan Akhlak Islam. Yogyakarta: AK Group.

Razak, A. (2017). Menggapai Mixed Methods Bidang Pembelajaran Bahasa Indonesia. Pekanbaru: Ababil Press.

Sari, D. C., & Isnaini, L. (2121). The Education Characters Using Local Wisdom Approach. International Journal of Applied Guidance and Counseling, 2(1), 20-25. https://doi.org/10.26486/ijagc.v2i1.1496

Sham, A. B. (1993). Puisi-puisi Raja Ali Haji. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.

Sudikan, S. Y. (2013). Kearifan Lokal: Studi Folklor dan Nilai Budaya. Surabaya: Pustaka Pelajar.

Suwardi, M. S. (2008). Budaya Melayu dalam Lintasan Sejarah. Pekanbaru: Yayasan Kebudayaan Riau.

Taib, M. N. (1984). Bunga Rampai Kebudayaan Melayu. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.

Wahid, A. (2006). Islamku, Islam Anda, Islam Kita: Agama Masyarakat Negara Demokrasi. Jakarta: The Wahid Institute.

Yusoff, M. A. (2002). Nilai-nilai Politik Melayu Baru. Bangi: Penerbit Universiti Kebangsaan Malaysia.

Downloads

Published

2026-05-14

How to Cite

Elmustian, Hermandra, & Irwanto. (2026). Orang Patut”: Studi Kritis Karakter Kepemimpinan dalam Naskah Gurindam Dua Belas. GAUNG: Jurnal Ragam Budaya Gemilang, 4(2), 97–106. https://doi.org/10.55909/gj.v4i2.132

Issue

Section

##section.default.title##